Home / Politik

Senin, 9 Mei 2022 - 17:08 WIB

Masuk Bursa Capres NasDem, Bagaimana Kans Erick Thohir dan Jenderal Andika?

Jakarta,Suararepubliknews.com – Sejumlah DPD Partai NasDem akan mengusulkan sejumlah nama calon presiden (capres) dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada Juni 2022 mendatang. Adapun nama yang muncul dalam bursa capres, yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Menteri BUMN Erick Thohir dan Panglima TNI Andika Perkasa.

Pakar Komunikasi Politik Universitas Pelita Harapan Jakarta, Emrus Sihombing menduga ada beberapa faktor yang menyebabkan keempat nama tersebut masuk bursa capres NasDem. Menurutnya, sosok yang paling ideal dari keempat nama tersebut adalah Andika dan Erick Thohir.

“Andika saya pikir ini sosok pluralis, Bhinneka Tunggal Ika dan humanis, dan selalu merangkul anak buahnya. Dia juga terus membuat terobosan, seperti anak mantan PKI bisa masuk TNI. Pemimpin harus membuat terobosan terbaik untuk bangsa,” katanya saat dihubungi merdeka.com, Senin (9/5).

Sementara Erick Thohir, Emrus mengungkapkan, merupakan sosok yang berhasil membawa kemajuan pada BUMN. Terlihat dari adanya lowongan pekerjaan yang dibuka BUMN di tengah pandemi Covid-19. Ini menunjukkan Erick berhasil membuat terobosan positif untuk perusahaan plat merah.

“Kalau Erick Thohir, kita melihat ini kandidat yang menurut saya berhasil membawa BUMN. Dia menawarkan 2.700 lowongan karyawan baru masuk BUMN di tengah lesunya ekonomi karena Covid. Bukankah itu prestasi ada produktivitas untuk bisa merekrut tenaga kerja, BUMN berarti mampu meningkatkan ekonomi mereka,” ujarnya.

Sementara Anies Baswedan, dia menerangkan, masuk dalam bursa capres karena populer. “Anies masuk karena diperbincangkan di ruang publik, kalau kinerjanya enggak luar biasa. Jakarta macet enggak? Banjir masih enggak terjadi? Bicara keberhasilan dipimpin Anies masih banyak yang belum terwujud,” ungkapnya.

Untuk Ganjar, Emrus mengatakan, secara kinerja, politikus PDIP itu dinilai masih belum maksimal. Namun, karena memiliki popularitas yang tinggi, maka Ganjar masuk dalam bursa Capres.

Baca Juga  "Pengembangan Kawasan Kalimantan Barat Dan Agenda Utama Pembangunan Perbatasan Indonesia"

Namun, Emrus menyarankan, NasDem sebaiknya mengusung calon sendiri dari partainya. Salah satu tokoh yang seharusnya layak menjadi capres adalah Surya Paloh sendiri.

“Dalam pendapat saya kenapa enggak nama Surya Paloh bukan tokoh lain, justru mereka harusnya membawa Surya Paloh jadi capres. Partai dengan sistemnya baik membawa kadernya dong. Harusnya mereka dukung Surya Paloh, bukan empat tokoh ini,” katanya.

Sementara itu, pandangan berbeda disampaikan pengamat politik Universitas Al-Azhar Jakarta, Ujang Komarudin. Dia melihat Anies dan Ganjar memiliki alasan yang kuat untuk masuk dalam bursa capres NasDem.

Dia melihat, Anies memiliki peluang besar karena selalu masuk dalam tiga besar survei capres yang dilakukan sejumlah lembaga. Namun, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu memiliki keuntungan lebih lantaran belum bergabung ke dalam partai politik.

“Anies itu banyak diusulkan karena resistensinya kecil dibandingkan Ganjar, karena bukan orang partai. Elektabilitas masuk tiga besar dan dianggap berprestasi, dari indikator itu anies masuk nominasi,” jelasnya.

Mertua Panglima TNI Andika Sakit, Kasad Dudung Cium Kening saat Datang Menjenguk

Sementara Ganjar, Ujang menerangkan, akan sulit untuk diusung oleh NasDem karena masih kader PDI Perjuangan. Walaupun tidak bisa dipungkiri, nama Ganjar selalu masuk dalam tiga besar survei capres.

“Ganjar kita tahu bahwa selama ini selalu masuk dalam tiga besar, kan persoalannya Ganjar masih di PDIP. Kenapa di Ganjar mungkin karena surveinya tinggi,” ungkapnya.

Untuk Erick Thohir, dia mengatakan, partai akan diuntungkan jika mengusungnya. Salah satunya faktor membuatnya kuat adalah kekuatan finansial yang dimiliki Erick Thohir.

“Kenapa Erick, karena mungkin dia katanya capres atau cawapres yang punya uang, partai bisa hidup kalau disumbang oleh dia,” terangnya.

Baca Juga  Eva Lestari Caleg DPRD Provinsi Banten, Perjuang Kesehatan dan Hak Perempuan di Dapil VII

Sedangkan Andika Perkasa, Ujang mengatakan, Surya Paloh merupakan anggota keluarga besar Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI). Sehingga keduanya dinilai memiliki kedekatan di luar hubungan partai.

“Kelihatannya Surya Paloh ini keluarga besar FKPPI, keluarga besar tentara. Kalau Andika diusulkan, wajar, karena keluarga besar tentara,” katanya.

[mm]

Share :

Baca Juga

Metropolitan

Caleg DPR – RI Nomor Urut 6 dari Partai Gerinda Sosialisasi di Rorotan

Politik

Ucapan ‘Gerombolan’ TNI oleh Effendi Simbolon, Bukti Krusialnya Diksi Dalam Komunikasi

Politik

Uang Ratusan Triliun Bergulir Jelang Tahun Politik, Emrus Sihombing: Ekonomi Indonesia 2023-2024 Aman

Politik

Puan: Silaturahim Megawati-Presiden Jokowi Bahas hal Strategis

Politik

Hasil Quick Count,  Indikasikan Prabowo- Gibran Menang Satu Putaran

Politik

Deklarasi Prabowo dan Gibran Capres  Cawapres 2024

Politik

Mengaku Dibenci Walau Sudah Pontang-panting Bekerja Buat Rakyat, Pakar Komunikasi Beber Penyebab Rusaknya Citra Puan Maharani, Ternyata…

Politik

Prabowo Memberantas Korupsi Di Indonesia

Contact Us