Tangerang, suararepubliknews.com – Sabtu, 13 Juli 2024, Orang tua calon siswa baru SMA Negeri 1 Kota Tangerang mengeluhkan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2024 yang diduga penuh dengan kecurangan. Seorang orang tua siswa mendatangi sekolah untuk meminta penjelasan mengenai hak anaknya, yang diduga mengalami kecurangan berupa penghapusan data pendaftaran.
Dugaan Kecurangan dalam PPDB
Orang tua calon siswa mengungkapkan bahwa beberapa teman anaknya yang berasal dari sekolah yang sama dan memiliki nilai lebih rendah diterima melalui jalur prestasi, sementara anaknya tidak diterima. “Beberapa teman anak saya yang berasal dari sekolah yang sama dengan nilai mereka yang jauh di bawah anak saya dengan jalur pendaftaran yang sama dinyatakan diterima, sedangkan anak saya tidak,” ujarnya.
Respons Panitia PPDB yang Tidak Memadai
Ketika diminta penjelasan, panitia PPDB SMA Negeri 1 Kota Tangerang meminta orang tua untuk bertanya langsung kepada Dinas Pendidikan Provinsi. “Ibu dan bapak bertanya saja ke Provinsi langsung kalau butuh penjelasannya,” ujar salah satu panitia PPDB pada Kamis (11/7/2024).
Namun, ketika pihak orang tua dan tim media mendatangi Dinas Pendidikan Provinsi, Kasi Kurikulum SMA Dinas Pendidikan Provinsi menjelaskan bahwa semua sistem PPDB berada di bawah kendali masing-masing sekolah. “Semua pendataan calon siswa berada di panitia PPDB masing-masing sekolah, jadi semuanya yang tahu mereka,” ucap salah satu panitia di Dinas Provinsi.
Alasan Penghapusan Data yang Tidak Jelas
Operator panitia PPDB SMA Negeri 1 Kota Tangerang beralasan bahwa data pendaftaran dihapus karena pengisian formulir tidak sesuai. “Data yang kalian isi tidak sesuai tercantum makanya langsung kami delete,” jelas operator panitia. Namun, orang tua calon siswa mempertanyakan mengapa tidak ada konfirmasi terlebih dahulu sebelum penghapusan data, mengingat nilai anaknya jauh di atas beberapa siswa yang diterima melalui jalur yang sama.
Ketidakprofesionalan Panitia PPDB
Salah satu panitia PPDB SMA Negeri 1 Kota Tangerang dianggap tidak profesional dalam menjalankan tugasnya. Ketika ditanya mengapa data dihapus tanpa konfirmasi, panitia menjawab dengan kurang sopan. “Kami bukan ngurusin calon satu dua siswa pak yang kami urusin ribuan siswa,” ujar salah satu bagian panitia PPDB.
Ketidakpuasan Orang Tua
Orang tua calon siswa menyatakan bahwa alasan yang diberikan panitia tidak wajar, karena mereka digaji negara untuk melayani masyarakat. “Di berkas tercantum nomor telepon dan data nilai anak yang akurat, kenapa tidak dihubungi dan dipertanyakan mungkin saja terjadi kesalahan dalam pengetikan. Lebih janggalnya, kenapa anak saya langsung dinyatakan tidak lulus sedangkan beberapa siswa yang berasal dari sekolah yang sama dan nilai jauh di bawah anak saya diterima,” ujarnya.
Dengan adanya kejanggalan tersebut, orang tua calon siswa mendatangi panitia PPDB untuk meminta penjelasan lebih lanjut mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Namun, yang didapatkan adalah jawaban yang sangat tidak profesional dari pihak panitia. (Rosita)









