Home / Tak Berkategori

Sabtu, 21 September 2024 - 15:58 WIB

Penangkapan Dua Pengedar Obat Keras Terbatas di Cirebon, Nyawa Generasi Dipertaruhkan

Kedua pengedar, yang diidentifikasi dengan inisial NY (29) dan SH (25), ditangkap pada Rabu (18/9/2024) sekitar pukul 11.50 WIB

Kedua pengedar, yang diidentifikasi dengan inisial NY (29) dan SH (25), ditangkap pada Rabu (18/9/2024) sekitar pukul 11.50 WIB

Polresta Cirebon Gencarkan Operasi Pemberantasan Peredaran Obat Keras Terbatas (OKT) Tanpa Izin Resmi di Wilayah Plered

Cirebon, suararepubliknews.com – Dalam upaya memberantas peredaran obat keras terbatas (OKT) tanpa izin resmi, Polresta Cirebon berhasil mengamankan dua tersangka di wilayah Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon. Kedua pengedar, yang diidentifikasi dengan inisial NY (29) dan SH (25), ditangkap pada Rabu (18/9/2024) sekitar pukul 11.50 WIB. Penangkapan ini merupakan bagian dari operasi berkelanjutan untuk memerangi penyalahgunaan obat-obatan di daerah tersebut.

Barang Bukti dan Modus Operasi: Ribuan Butir OKT Disita Bersama Alat Bukti Lainnya

Penangkapan kedua tersangka ini disertai dengan penyitaan sejumlah barang bukti penting. Dari tangan NY dan SH, pihak kepolisian berhasil mengamankan 506 butir obat keras terbatas dari berbagai jenis. Selain itu, uang tunai hasil penjualan sebesar Rp 21 ribu, dua unit handphone, kantong plastik, dompet, serta barang bukti lainnya juga berhasil disita. Barang-barang tersebut diduga digunakan untuk menjalankan kegiatan peredaran obat ilegal di wilayah Plered.

Hukuman Berat Menanti: Pasal 435 dan Ancaman 12 Tahun Penjara

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, S.I.K, S.H, M.H, menyatakan bahwa NY dan SH kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan dikenakan Pasal 435 Juncto Pasal 138 UU RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Mereka terancam hukuman penjara hingga maksimal 12 tahun sebagai bentuk pertanggungjawaban atas tindakan ilegal mereka.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka akan menjalani proses hukum yang ketat. Kami tidak akan pernah berhenti dalam memberantas peredaran gelap obat-obatan terlarang di wilayah Kabupaten Cirebon,” tegas Kombes Pol Sumarni.

Komitmen Polresta Cirebon: Peran Aktif Masyarakat Sangat Diperlukan

Kombes Pol Sumarni juga menegaskan bahwa Polresta Cirebon akan terus mengintensifkan operasi pemberantasan peredaran gelap narkoba dan obat-obatan terlarang lainnya, termasuk OKT. Ia juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Cirebon untuk berperan aktif dalam melaporkan tindak kejahatan narkoba melalui saluran resmi yang telah disediakan.

“Kami mengharapkan masyarakat untuk segera melaporkan jika mengetahui adanya tindak kejahatan narkoba, baik melalui Layanan Call Center 110 Polresta Cirebon maupun layanan Curhat Langsung Bunda Kapolresta (CLBK) di nomor 08112274110,” ujar Kombes Pol Sumarni.

Upaya ini merupakan langkah preventif yang diharapkan dapat meminimalisir dampak buruk peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang, yang sering kali merusak masa depan generasi muda. (Muheri)

Share :

Baca Juga

Danrem 174/ATW Brigjen TNI Agus Widodo Lakukan Pengecekan Pos-Pos Pamtas Wilhanrat RI-PNG

Maluku

Meriahkan Peringatan Hari Anak Nasional, Polda Maluku Hafiri Jalan Santai Yang di Lepas Gubernur Maluku
Bacaleg   DPR RI Dapil 2  No Urut  06  Partai Nasdem  ” Toti Risna  KS ,SH,MH ” Lirik   Perubahan  Segala Bidang

Tulungagung

Camat Tanggunggunung pimpin Penurunan Sang Saka Merah Putih PHBN Hut RI ke 81 Tahun dengan Khidmat
Wakil Bupati Lebak Hadiri Gelaran Simulasi SISPAMKOTA Persiapan Pemilu Serentak 2024.

Jawa Barat

Polresta Cirebon Gelar Police Goes To School Polresta Cirebon di SMPN 1 Sumber
Pembukaan Pelatihan ADC/Walpri Calon Gubernur dan Wakil Gubernur dalam Rangka Operasi Mantap Praja 2024
Pengukuhan Relawan PATBM di Desa Simbara Tarabintang.

Contact Us