Home / Tak Berkategori

Rabu, 4 Desember 2024 - 22:57 WIB

Akses Jalan Ditutup oleh Kusnadi: Bukti Baru Penggerusan Hak Keluarga Futiri Terungkap

Penutupan jalan oleh Kusnadi membuat keluarga Futiri tidak bisa mengakses kebun yang telah dirusak

Penutupan jalan oleh Kusnadi membuat keluarga Futiri tidak bisa mengakses kebun yang telah dirusak

Penutupan akses jalan oleh Kusnadi, atas perintah bosnya, menambah penderitaan keluarga Futiri. Proses hukum di Polres Karimun semakin memanas

Kundur, suararepubliknews.com – Kasus pengerusakan kebun kelapa seluas 12 hektar di Desa Lubuk, Kundur, semakin memanas. Selain kerusakan kebun yang menghilangkan sumber penghidupan Futiri, penutupan akses jalan menuju kebun kini menjadi persoalan baru yang menambah penderitaan. Kusnadi alias Lombok, yang mengaku bertindak atas perintah bosnya, menjadi saksi kunci dalam kasus ini.

Keluarga Terisolasi, Hak Mereka Digerus

Penutupan jalan oleh Kusnadi membuat keluarga Futiri tidak bisa mengakses kebun yang telah dirusak. Menurut pengakuan Futiri, tindakan ini seolah mengunci hak-hak mereka sebagai pemilik sah lahan. “Akses ini satu-satunya jalan menuju kebun kami. Dengan ditutup, kami benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa,” ungkap Futiri dengan penuh emosi.

Penutupan jalan ini diduga kuat dilakukan atas instruksi dari pihak yang sama yang bertanggung jawab atas pengerusakan kebun. Kusnadi, dalam panggilannya sebagai saksi di Polres Karimun, mengaku hanya mengikuti perintah. Namun, keterangannya membuka potensi keterlibatan oknum lain yang lebih besar dalam kasus ini.

Peran Kusnadi dalam Kasus Pengerusakan

Bachrum Efendi, S.H., kuasa hukum Futiri, menjelaskan bahwa kesaksian Kusnadi dapat menjadi titik terang dalam penyelidikan.

Bachrum Efendi, S.H., kuasa hukum Futiri

“Tindakan Kusnadi menutup jalan ini bukan hanya masalah hukum, tetapi juga pelanggaran moral. Ini adalah bentuk pengabaian hak-hak dasar pemilik tanah,” tegas Bachrum.

Bachrum juga menegaskan bahwa penutupan jalan bukanlah tindakan yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari skenario besar untuk menguasai lahan Futiri. Kesaksian Kusnadi diharapkan dapat mengungkap dalang utama di balik kasus ini.

Proses Hukum Terus Berjalan

Polres Karimun terus mendalami kasus ini, termasuk menelisik lebih jauh peran bos Kusnadi dalam rangkaian peristiwa tersebut. Meskipun terdapat kendala, seperti intensifnya pengamanan Pilkada di daerah, pihak kepolisian berkomitmen untuk menegakkan hukum secara adil.

Dampak Penutupan Jalan terhadap Keluarga Futiri

Akibat penutupan jalan, keluarga Futiri kini terpaksa bergantung pada bantuan tetangga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Akses ke kebun yang seharusnya menjadi sumber penghasilan kini tertutup, memperburuk kondisi ekonomi keluarga tersebut.

Futiri berharap agar kasus ini segera mendapat kepastian hukum.

“Kami ingin keadilan ditegakkan. Tidak ada lagi yang kami inginkan selain hak kami kembali dan para pelaku dihukum,” ujarnya.

Pewarta: Iqbal
Editor: Stg
Copyright © suararepubliknews 2024

Share :

Baca Juga

Tim Kesebelasan Kabupaten Humbang Hasundutan Lolos ke Semifinal Turnamen Sepakbola Korpri Se-Sumut

Maluku

Ground Breaking Gedung Bidlabfor, Wakapolda Maluku Dorong Peningkatan Kapasitas Scientific Crime Investigation
Polda Maluku Kerahkan 126 Personel BKO ke Kepulauan Aru untuk Amankan Pilkada
Ali Kabiay Ajak Warga Papua Perkuat Toleransi Antarumat Beragama di Bulan Ramadan
Bau Kolusi dan Korupsi di Dinas Bina Marga Kabupaten Tangerang, Diduga Marak Praktik Jual-Beli Proyek dan Mark-Up Anggaran
Kasrem 174/ATW Pimpin Upacara Penerimaan Satgas Pamtas Kewilayahan Yonif 125/Simbisa
Pangkoops Udara II Sambut Kedatangan Kasau di Bali

Maluku

Penyidik Polair Polres Kepulauan Tanimbar Serahkan Tersangka dan Barang Bukti BBM Ilegal ke Kejaksaan

Contact Us