Cilegon – Suara Republik.News.Pada 20 Januari 2024, Forkomaster, gabungan beberapa ormas di Kota Cilegon seperti LKPK, PJBN, Badak Banten, LPLHI, serta unsur seni budaya dan buruh, mengadakan audiensi dengan pihak humas Pt.Candra Asri terkait kebocoran cerobong pipa yang berdampak negatif bagi warga Kota Cilegon.
Mengingat dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat akibat kejadian bocornya cerobong di pabrik Candra Asri, Forkomaster meminta kepada humas Pt. Candra Asri untuk menutup sementara pabrik tersebut. Hal ini dilakukan selama menunggu hasil investigasi dari team yang bertanggung jawab, dengan saksi dari ormas dan masyarakat yang terlibat.
Ketua LKPK, Hilman, menyikapi kejadian tersebut dengan mengungkapkan bahwa bocornya cerobong pipa Candra Asri diduga akibat human error atau kelalaian manusia. Forkomaster berterima kasih kepada ormas yang telah berpartisipasi dan menyampaikan hasil investigasi agar dapat dipantau secara transparan oleh masyarakat.
Berdasarkan arahan dari Walikota dan Kapolres, sementara waktu Pt.Candra Asri dihentikan operasionalnya untuk melakukan investigasi terhadap temuan. Jika ada dampak yang dirasakan oleh masyarakat, Forkomaster dapat menjadi wadah komunikasi untuk menangani masalah tersebut.
Hilman menegaskan bahwa sesuai UU no 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan Lingkungan Hidup, jika terjadi perusakan akibat kelalaian yang merusak lingkungan dan kesehatan manusia, pabrik dapat dikenai sanksi penutupan sementara. Keberlanjutan operasional pabrik akan ditentukan setelah hasil investigasi diperoleh dengan pengawasan dari team perusahaan, Lingkungan Hidup, serta melibatkan ormas dan masyarakat.
Holid /team.










