Serang, suararepubliknews.com – Warga Kampung Sukabaya mengeluhkan tumpahan material semen curah yang terjadi di jalan mereka. Material yang disebut coran ini berasal dari proyek pembangunan rabat beton Jalan Cikedung. Sayangnya, hingga kini tumpahan tersebut belum dibersihkan oleh pihak pelaksana proyek.

Tumpahan material yang mengeras di badan jalan ini sangat mengganggu dan berbahaya bagi pengguna jalan. Kesan cuek dan asal-asalan terlihat dari sikap pelaksana proyek yang tidak segera mengeruk tumpahan semen tersebut, sehingga menimbulkan risiko kecelakaan.
Bahaya Lalu Lintas Akibat Semen Mengeras
Akibat tumpahan material semen cor yang mengeras, kondisi jalan menjadi licin dan berbahaya bagi pengendara motor maupun mobil. Hal ini meningkatkan risiko kecelakaan di kawasan tersebut.

“Ini cor tumpahan dari mobil molen yang sedang mengerjakan rabat beton di Cikedung,” ungkap salah satu warga Sukabaya yang enggan disebut namanya. Ia berharap pihak pelaksana lebih memperhatikan keselamatan warga sekitar.
“Kami senang jalan dibangun, tapi caranya jangan seperti ini. Harusnya dijaga, kalau ada mobil molen yang lewat dan materialnya berjatuhan, seharusnya segera dikeruk. Jangan sampai dibiarkan mengeras begini,” tambahnya.
Aktivis Mengecam Kecerobohan Pelaksana Proyek
Di tempat terpisah, Rudi, seorang aktivis KPK Pasundan, mengecam keras kecerobohan mobil molen yang mengangkut material semen curah. Ia menilai kejadian ini sangat berbahaya dan bisa menimbulkan kecelakaan.
“Itu bahaya, semen curah sampai keras di jalan. Kalau ada yang celaka, siapa yang akan tanggung jawab?” ujar Rudi kepada media pada Minggu, 11 Agustus 2024.

Rudi juga menyatakan akan turun langsung ke lokasi untuk melakukan investigasi terkait pembangunan rabat beton Jalan Cikedung yang menghabiskan anggaran APBD hingga ratusan juta rupiah. “Kami akan turun ke lokasi. Jika terdapat penyimpangan, maka kami akan teruskan ke dinas terkait,” tegasnya.
Pihak Proyek Bungkam
Saat berita ini dipublikasikan, pihak pelaksana proyek Jalan Cikedung, termasuk mandor dan pihak yang bertanggung jawab, belum memberikan respon apapun terkait kejadian ini. Warga berharap ada tindakan cepat untuk mengatasi masalah ini sebelum ada korban akibat kecelakaan. (Holid/Team)









