Cirebon, suararepubliknews.com – Menjelang kontestasi Pilkada Serentak 2024, berbagai tokoh agama di Kabupaten Cirebon terus berupaya untuk menjaga kerukunan dan ketertiban masyarakat di tengah perbedaan pilihan politik yang semakin memanas. Mereka tak henti-hentinya mengajak masyarakat untuk mengedepankan semangat persatuan dan kesatuan bangsa, meskipun berbeda pandangan.
Ketua PCNU Cirebon: Jangan Terprovokasi, Jaga Kondusifitas Pilkada
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon, KH Aziz Hakim Syaerozie, mengimbau seluruh warga Kabupaten Cirebon, terutama warga Nahdliyin, untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang Pilkada Serentak 2024. Menurutnya, masyarakat harus lebih waspada terhadap berita-berita bohong dan provokasi yang dapat memecah belah.
“Kita tidak boleh mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak benar, berita hoax, dan kami mengajak seluruh warga agar tidak mudah diprovokasi untuk ikut aksi-aksi anarkis yang justru bukan untuk kepentingan masyarakat. Marilah berdemokrasi bergembira dan memilih pemimpin ini harus dilandasi nilai-nilai ibadah,” ujar KH Aziz pada Kamis (29/8/2024).
Pimpinan Buntet Pesantren: Jadikan Pilkada sebagai Pesta Demokrasi yang Menyenangkan
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Yayasan Lembaga Pendidikan Islam Pondok Buntet Pesantren Cirebon, KH. Salman Al-Farisi, S.Pd.I, juga menyuarakan ajakan yang senada. Ia menekankan pentingnya menjaga kondusifitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) agar Pilkada Serentak 2024 dapat berlangsung dengan aman dan damai.
“Marilah kita jadikan pesta demokrasi dalam Pilkada Serentak 2024 ini menjadi pesta demokrasi yang menyenangkan dengan kondisi yang aman dan nyaman. Sehingga kita semua tidak mudah terprovokasi dengan isu yang belum tentu kebenarannya, apalagi sampai tergiring melakukan demo yang anarkis yang merugikan kepentingan umum dan diri sendiri,” ungkapnya.
Pendeta Steve Mardianto: Ajak Masyarakat Dewasa dalam Perbedaan Pilihan
Pendeta Steve Mardianto, MTH, yang merupakan Gembala Jemaat Gereja Bethel Indonesia Arjawinangun sekaligus Penasehat Badan Kerjasama Gereja-Gereja Kabupaten Cirebon, turut menyampaikan pesan untuk menjaga kedewasaan dalam menghadapi perbedaan pandangan politik. Ia berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menyikapi situasi politik yang ada.

Pendeta Steve Mardianto, M.TH.
“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk menjaga kondisi kondusifitas Kamtibmas menjelang Pilkada Serentak 2024, dan mengingatkan agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang tidak benar, serta tidak terlibat demo anarkis yang merugikan kepentingan umum,” tutur Pendeta Steve.
Masyarakat Diimbau untuk Menjadi Pemilih Cerdas
Para tokoh agama di Cirebon sepakat bahwa persatuan dan kesatuan bangsa harus dijaga di atas segala perbedaan, terutama menjelang Pilkada Serentak 2024. Mereka berharap masyarakat bisa menjadi pemilih yang cerdas, tidak mudah terpengaruh oleh provokasi, dan tetap menjaga suasana damai serta kondusif di wilayahnya masing-masing. Dengan demikian, Pilkada Serentak 2024 dapat menjadi pesta demokrasi yang aman, nyaman, dan membawa manfaat bagi seluruh masyarakat. (Muheri)










