Home / Tak Berkategori

Sabtu, 7 Desember 2024 - 02:08 WIB

Misteri Wabah Mematikan di Kongo: 143 Orang Tewas dalam Sebulan

Sebanyak 143 orang di Republik Demokratik Kongo (DRC) dilaporkan meninggal dunia sepanjang November akibat penyakit misterius yang belum teridentifikasi, Foto: Reuters

Sebanyak 143 orang di Republik Demokratik Kongo (DRC) dilaporkan meninggal dunia sepanjang November akibat penyakit misterius yang belum teridentifikasi, Foto: Reuters

Gejala Mirip Flu, Penyakit Misterius di Kongo Terus Telan Korban

Kinshasa, suararepubliknews.com – Sebanyak 143 orang di Republik Demokratik Kongo (DRC) dilaporkan meninggal dunia sepanjang November akibat penyakit misterius yang belum teridentifikasi. Penyakit ini menunjukkan gejala mirip flu, seperti demam tinggi dan sakit kepala parah, menurut Wakil Gubernur Provinsi Kwango, Remy Saki, dan Menteri Kesehatan Provinsi, Apollinaire Yumba.

Tim Medis Dikerahkan ke Daerah Wabah

Tim medis telah dikirimkan ke Rumah Sakit Panzi untuk mengumpulkan sampel dan menganalisis penyakit ini. Namun, jumlah kasus yang terus meningkat membuat situasi semakin mengkhawatirkan. Pemimpin masyarakat sipil setempat, Cephorien Manzanza, menyoroti tantangan utama di daerah tersebut, yaitu keterbatasan pasokan obat-obatan.

“Panzi adalah zona kesehatan pedesaan, sehingga pasokan obat-obatan menjadi tantangan besar,” ujar Manzanza. Banyak pasien akhirnya meninggal di rumah karena tidak mendapatkan perawatan medis yang memadai.

Perempuan dan Anak-Anak Paling Terdampak

Ahli epidemiologi lokal menyebutkan bahwa perempuan dan anak-anak menjadi kelompok yang paling parah terdampak oleh penyakit ini. Kondisi ini semakin memprihatinkan mengingat akses kesehatan yang terbatas di daerah pedesaan.

WHO Turun Tangan

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menerima laporan mengenai wabah ini sejak pekan lalu. Dalam pernyataan resmi, WHO mengonfirmasi bahwa mereka tengah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Kongo untuk menyelidiki dan menangani situasi tersebut.

“WHO bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Kongo untuk melakukan investigasi lebih lanjut,” ungkap juru bicara WHO pada Selasa (3/12).

Penyakit misterius ini menjadi perhatian global karena belum ada tanda-tanda pengendalian meskipun berbagai upaya telah dilakukan. Pihak berwenang setempat dan tim medis terus berupaya keras untuk mengidentifikasi dan mengendalikan wabah ini.

Sumber: Reuters
Editor: Stg
Copyright © suararepubliknews 2024

Share :

Baca Juga

Bupati, Sekda, Kapolres dan Ketua DPRD Karimun Hadiri Pengukuhan KBBP Polri Resor Karimun Periode 2021-2026
Sholat Tapi Tidak Bisa Baca Al-Qur’an, Apakah Tetap Sah? Ini Jawaban Buya Yahya
Dugaan Mark-Up Dana Desa Rp4,6 M, Kades Sukamanah Didesak Diperiksa APH
Panglima TNI: Negara Kuat Karena TNI-Polri Kuat
Kapolsek Tigaraksa Cek Lahan Ketahanan Pangan, Jagung 18 Ton yang Siap Panen di Desa Pematang
Kehadiran Kemenparekraf di Humbang Hasundutan: Review, Evaluasi, dan Pendampingan Produk Kriya untuk Tingkatkan Ekonomi Kreatif
Tolak Pembangunan Bendungan, Walikota Kupang-NTT Di Kecam Masyarakat Kolhua.
Samsul Huda Komisi A DPRD Tulungagung Sepakat dengan ASIDEWI,Dispendikpora Harus ada Kebijakan

Contact Us