Totok Cakra di Kantor DPRD Tulungagung Saat Menanyakan Permohonan Hearing BSM (Foto:Nicholas/SRN).
SuaraRepublikNews, Tulungagung – Masyarakat Pemerhati Bantuan Siswa Miskin yang merupakan gabungan dari beberapa Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Tulungagung kembali merasa kecewa dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Kabupaten Tulungagung yang dinobatkan sebagai penampung aspirasi rakyat.
Permintaan dengar pendapat atau hearing yang diajukan oleh gabungan empat lembaga sosial kontrol tersebut, hingga warta ini dimuat belum mendapatkan respon positif sejak pengiriman surat permohonan pertama tertanggal 9 Desember 2022 lalu.
Seperti diungkapkan Totok Yulianto, Dewan Penasehat LSM Cakra Tulungagung kepada Jurnalis SuaraRepublikNews, Sabtu (7/01/2023)
“Kami mengajukan surat permohonan hearing yang kedua terkait Bantuan Siswa Miskin atau BSM tertanggal 4 Januari 2023 untuk mengingatkan kembali barangkali Ketua DPRD Tulungagung yang terhormat lupa karena surat permohonan hearing yang pertama tertanggal 9 Desember 2022 lalu, oleh Ketua DPRD Tulungagung yang terhormat tidak direspon” ungkap Totok
Lanjut dengan Totok, “Kami ingin tahu apakah wakil-wakil rakyat Tulungagung itu benar lupa atau mungkin sudah sangat jenius sehingga tidak membutuhkan masukan dari masyarakat meskipun DPRD memiliki porsi sebagai wadah aspirasi rakyat atau mungkin hanya sebatas slogan saja. Maka dari itu untuk surat pertama yang terlupakan, kami maklum. Dan untuk saat ini, kami menunggu kembali respon jawaban surat permohonan hearing kedua dari Ketua DPRD Tulungagung yang terhormat khususnya Komisi A” beber Penasehat LSM Cakra Tulungagung.
“Kami sebagai sosial kontrol dalam masyarakat hanya bermaksud menyampaikan aspirasi kepada DPRD Tulungagung selaku pengawas eksekutif” tutup Totok.(nic/tla)









