Kabupaten Tangerang, 23 Agustus 2024 – Proyek normalisasi saluran irigasi Bojong Rengat yang terletak di Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, kembali menjadi bahan perbincangan di kalangan masyarakat. Proyek yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para petani dan warga sekitar ini justru menuai kritik tajam karena diduga tidak dikerjakan sesuai standar.
Proyek Irigasi Asal Jadi: Kualitas Campuran Material Diragukan
Berdasarkan pengamatan di lokasi, kualitas campuran semen dan pasir yang digunakan dalam proyek ini terlihat jauh dari standar yang seharusnya. Semen yang digunakan adalah merek Jakarta, yang secara umum dikenal, namun pasir yang dipakai terindikasi bercampur lumpur, menimbulkan kekhawatiran mengenai kekuatan dan daya tahan konstruksi tersebut.

Hal ini menimbulkan dugaan kuat bahwa proyek tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang diharapkan, membuat masyarakat mempertanyakan pengawasan yang dilakukan oleh dinas terkait dan konsultan pengawas.
Tidak Ada Papan Proyek: Transparansi Dipertanyakan
Salah satu kejanggalan yang ditemukan di lapangan adalah ketiadaan papan proyek, yang seharusnya menjadi tanda bahwa kegiatan ini adalah proyek pemerintah. Ketiadaan papan ini memunculkan kecurigaan dari warga sekitar, yang menduga hal ini sengaja dilakukan untuk menyembunyikan informasi terkait pelaksanaan proyek, termasuk sumber dana dan jadwal pelaksanaan.
Indikasi Kolusi: Aktivis Soroti Dugaan Kerjasama Gelap
Guntur Hutabarat, seorang aktivis Tangerang yang dikenal vokal dalam isu-isu sosial, menuding adanya kolusi antara kontraktor dan dinas terkait. Guntur menduga bahwa kedua pihak ini bekerja sama untuk meraup keuntungan pribadi tanpa mempedulikan kualitas dan dampak proyek tersebut terhadap masyarakat. Ia berjanji akan membawa kasus ini ke ranah hukum agar segera diusut tuntas oleh pihak berwenang.

Keselamatan Pekerja Diabaikan: APD Tidak Disediakan
Selain dugaan korupsi, proyek ini juga dituding melanggar aturan keselamatan kerja. Para pekerja di lapangan tampak tidak dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) yang wajib digunakan dalam pekerjaan konstruksi. Ini menunjukkan bahwa selain masalah kualitas, ada juga kelalaian serius dalam hal perlindungan keselamatan pekerja.
Harapan Masyarakat: Tindakan Tegas dari Pihak Terkait
Masyarakat berharap agar proyek normalisasi saluran irigasi Bojong Rengat ini mendapatkan perhatian serius dari pihak terkait. Mereka menuntut agar pengawasan diperketat dan pelaksanaan proyek dilakukan sesuai dengan standar teknis demi kepentingan dan keselamatan masyarakat luas. Apabila dugaan-dugaan ini terbukti benar, masyarakat menuntut agar pihak-pihak yang bertanggung jawab diberi sanksi yang setimpal.
Sampai berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek dan dinas terkait belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan-dugaan yang muncul. Perkembangan lebih lanjut mengenai kasus ini akan terus dipantau.
(Rosita)










