Home / Tak Berkategori

Jumat, 23 Agustus 2024 - 22:16 WIB

Proyek Normalisasi Saluran Irigasi Bojong Rengat Diduga Tidak Sesuai Standar: Masyarakat Soroti Kualitas dan Pengawasan

Kabupaten Tangerang, 23 Agustus 2024 – Proyek normalisasi saluran irigasi Bojong Rengat yang terletak di Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, kembali menjadi bahan perbincangan di kalangan masyarakat. Proyek yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para petani dan warga sekitar ini justru menuai kritik tajam karena diduga tidak dikerjakan sesuai standar.

Proyek Irigasi Asal Jadi: Kualitas Campuran Material Diragukan

Berdasarkan pengamatan di lokasi, kualitas campuran semen dan pasir yang digunakan dalam proyek ini terlihat jauh dari standar yang seharusnya. Semen yang digunakan adalah merek Jakarta, yang secara umum dikenal, namun pasir yang dipakai terindikasi bercampur lumpur, menimbulkan kekhawatiran mengenai kekuatan dan daya tahan konstruksi tersebut.

Hal ini menimbulkan dugaan kuat bahwa proyek tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang diharapkan, membuat masyarakat mempertanyakan pengawasan yang dilakukan oleh dinas terkait dan konsultan pengawas.

Tidak Ada Papan Proyek: Transparansi Dipertanyakan

Salah satu kejanggalan yang ditemukan di lapangan adalah ketiadaan papan proyek, yang seharusnya menjadi tanda bahwa kegiatan ini adalah proyek pemerintah. Ketiadaan papan ini memunculkan kecurigaan dari warga sekitar, yang menduga hal ini sengaja dilakukan untuk menyembunyikan informasi terkait pelaksanaan proyek, termasuk sumber dana dan jadwal pelaksanaan.

Indikasi Kolusi: Aktivis Soroti Dugaan Kerjasama Gelap

Guntur Hutabarat, seorang aktivis Tangerang yang dikenal vokal dalam isu-isu sosial, menuding adanya kolusi antara kontraktor dan dinas terkait. Guntur menduga bahwa kedua pihak ini bekerja sama untuk meraup keuntungan pribadi tanpa mempedulikan kualitas dan dampak proyek tersebut terhadap masyarakat. Ia berjanji akan membawa kasus ini ke ranah hukum agar segera diusut tuntas oleh pihak berwenang.

Keselamatan Pekerja Diabaikan: APD Tidak Disediakan

Selain dugaan korupsi, proyek ini juga dituding melanggar aturan keselamatan kerja. Para pekerja di lapangan tampak tidak dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) yang wajib digunakan dalam pekerjaan konstruksi. Ini menunjukkan bahwa selain masalah kualitas, ada juga kelalaian serius dalam hal perlindungan keselamatan pekerja.

Harapan Masyarakat: Tindakan Tegas dari Pihak Terkait

Masyarakat berharap agar proyek normalisasi saluran irigasi Bojong Rengat ini mendapatkan perhatian serius dari pihak terkait. Mereka menuntut agar pengawasan diperketat dan pelaksanaan proyek dilakukan sesuai dengan standar teknis demi kepentingan dan keselamatan masyarakat luas. Apabila dugaan-dugaan ini terbukti benar, masyarakat menuntut agar pihak-pihak yang bertanggung jawab diberi sanksi yang setimpal.

Sampai berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek dan dinas terkait belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan-dugaan yang muncul. Perkembangan lebih lanjut mengenai kasus ini akan terus dipantau.

(Rosita)

Share :

Baca Juga

Militer Nigeria Berhasil Netralisir 2.245 Teroris dalam Operasi Besar
Kapolres Lebak Pimpin Upacara Sertijab Kapolsek Rangkasbitung dan Cimarga
Wujud Peningkatan SDM, Bupati Karimun Buka Pelatihan Scaffolding dan Rigger Tahun 2022
Wakil Bupati Lebak, Hadiri Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama,di Graha PCNU Lebak

Buru

Brigpol Samsul Bahri Juarai Lomba Catur Hari Bhayangkara ke-79 di Polres Buru

Jakarta

SOROTAN REKAM JEJAK: Sekjen LBH BONGKAR Kritisi Penunjukan Nanik S. Deyang Sebagai Kepala BGN Baru Terkait Kasus Masa Lalu

Jawa Barat

Desa Soreang Rutin Laksanakan Pengajian Bulanan Ibu-Ibu

Daerah

Pengukuhan dan Pelantikan 10 PENGURUS KARANG TARUNA TINGKAT KECAMATAN

Contact Us