Direktur RSUD Banten Diduga Terlibat Konspirasi dengan Kontraktor, Manipulasi Anggaran Capai Miliaran Rupiah
Banten, suararepubliknews.com – Dugaan korupsi mencuat dalam proyek Pembangunan Bunker Radioterapi di RSUD Banten, setelah investigasi mendalam yang dilakukan oleh wartawan menguak adanya indikasi kuat konspirasi antara Direktur RSUD Banten dengan kontraktor pelaksana proyek. Kesepakatan gelap ini disinyalir bertujuan untuk merampok uang negara melalui manipulasi anggaran.
Investigasi Lapangan: Nilai Kontrak Berubah Drastis, Ada Upaya Pengaburan Fakta?
Berdasarkan penelusuran langsung ke lokasi proyek, sejumlah kejanggalan terungkap. Papan informasi proyek awalnya mencantumkan nilai kontrak sebesar Rp 13.074.309.920 dengan pelaksana CV. BATAVIA BENTEN DJAYA dan Konsultan Pengawas PT. MARGA SARANA BHUMI. Namun, setelah berbagai kejanggalan mulai terungkap, nilai kontrak tiba-tiba berubah menjadi Rp 4.955.186.833, dengan nama pelaksana dan konsultan pengawas yang sama. Pergantian informasi ini memicu kecurigaan adanya upaya untuk menutupi fakta sebenarnya.
Di lokasi proyek pada Selasa (3/9/2024), para pekerja mengaku tidak mengetahui keberadaan papan informasi lama. “Kalau papan proyek yang lama, kita nggak tahu. Kemarin-kemarin memang masih ada. Tapi sekarang kita nggak tahu,” ungkap beberapa pekerja di lokasi proyek yang terletak di belakang RSUD Banten.
Dimensi Gedung: Detail Bunker yang Dibangun Menjadi Tanda Tanya Besar
Menurut keterangan para pekerja, gedung Bunker Radioterapi yang tengah dibangun memiliki ukuran panjang 17,30 meter, lebar 12,30 meter, dan tinggi 1,80 meter. Namun, yang menjadi perhatian adalah perubahan mendadak pada plang informasi proyek. Plang baru yang ditunjukkan oleh salah seorang tukang mencantumkan kembali nilai kontrak Rp 13.074.309.929, tetapi dengan nama pelaksana CV. BINTANG MAHA PUTRA, meskipun konsultan pengawas tetap sama.
Kejanggalan Anggaran Ganda: Dugaan Modus Korupsi dengan Penggelembungan Dana
Investigasi lebih lanjut mengungkap adanya indikasi korupsi dengan modus penggelembungan anggaran. Pada Sistem Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) Provinsi Banten ditemukan dua kode RUP yang menunjukkan adanya anggaran ganda untuk proyek yang sama. Kode RUP 51968508 menyebutkan “Pembangunan Bunker Radioterapi” dengan pagu Rp 14.450.000.000, sedangkan Kode RUP 51968507 mencatat “Belanja Modal Bangunan Kesehatan (Pembangunan BUNKER)” dengan pagu Rp 5.225.000.000. Kedua anggaran tersebut diduga digunakan untuk proyek yang sama, dengan metode pemilihan melalui E-Purchasing dan pelaksanaannya oleh Satuan Kerja (Satker) UPT RSUD Banten.
Tanggapan Pihak Terkait: Sikap Bungkam Memperkuat Kecurigaan Publik
Saat dimintai tanggapan terkait dugaan korupsi ini, ‘Fitri’, Plt. Sekaligus Sekretaris Inspektorat Banten, meminta agar laporan informasi tersebut segera ditindaklanjuti dengan surat aduan resmi. Sementara itu, Direktur RSUD Banten, dr. Danang Hamsah Nugroho M.Kes, memilih bungkam ketika dikonfirmasi wartawan via WhatsApp pada Rabu (04/09/2024), menambah kuatnya dugaan adanya konspirasi besar dalam proyek ini.
Proyek Pembangunan Bunker Radioterapi RSUD Banten kini menjadi sorotan, dengan indikasi bahwa proyek ini dijadikan ajang korupsi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Dugaan adanya manipulasi anggaran dan perubahan data proyek semakin memperkuat kecurigaan publik bahwa ada upaya sistematis untuk merampok uang negara di balik proyek ini. (S. Manahan,T)