Home / Tak Berkategori

Minggu, 24 November 2024 - 14:46 WIB

Tragedi Polisi Tembak Polisi di Solok Selatan, Momentum Evaluasi Penggunaan Senjata Api

Anggota Komisi III DPR RI M. Nasir Djamil menilai peristiwa ini sebagai momentum penting untuk mengevaluasi penggunaan senjata api di kalangan aparat kepolisian

Anggota Komisi III DPR RI M. Nasir Djamil menilai peristiwa ini sebagai momentum penting untuk mengevaluasi penggunaan senjata api di kalangan aparat kepolisian

Kasus tragis di Solok Selatan menjadi sorotan nasional, mendesak pengawasan ketat penggunaan senjata api oleh aparat penegak hukum

Jakarta, suararepubliknews.com – Tragedi penembakan antara dua perwira polisi di Solok Selatan, Sumatera Barat, Jumat (22/11/2024), memicu keprihatinan luas. Anggota Komisi III DPR RI M. Nasir Djamil menilai peristiwa ini sebagai momentum penting untuk mengevaluasi penggunaan senjata api di kalangan aparat kepolisian.

Tes Berkala dan Pengawasan Ketat

M. Nasir Djamil menyerukan perlunya tes berkala untuk memastikan kondisi fisik dan mental aparat yang diberi kewenangan membawa senjata api. “Senjata tidak boleh digunakan sembarangan, apalagi untuk konflik pribadi. Polri perlu memperketat pengawasan dan memastikan senjata api hanya digunakan sesuai prosedur,” tegasnya.

Menurut Nasir, kasus ini menjadi peringatan bagi institusi kepolisian untuk berbenah diri. Ia juga menuntut agar pelaku penembakan diproses hukum secara tegas, guna menunjukkan bahwa tidak ada toleransi terhadap penyalahgunaan senjata.

Kapolri Instruksikan Pengusutan Tuntas

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo merespons cepat insiden ini dengan memerintahkan Polda Sumbar mengusut tuntas kasus tersebut. Ia menegaskan bahwa peristiwa ini tidak disebabkan oleh konflik internal, melainkan perlu dipahami dalam konteks lebih luas untuk mengungkap akar masalahnya.

“Kami akan memastikan proses hukum berjalan dengan transparan dan adil,” ujar Kapolri.

Kronologi Insiden Tragis

Insiden terjadi di halaman Mapolres Solok Selatan pada dini hari, sekitar pukul 00.43 WIB. Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Solok Selatan, AKP Dadang Iskandar, menembak mati Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Solok Selatan, AKP Ryanto Ulil Anshar.

Korban tewas di tempat dengan dua luka tembakan di kepala, sementara pelaku langsung menyerahkan diri ke Polda Sumatera Barat. Dugaan awal menyebut insiden dipicu ketegangan terkait upaya penindakan aktivitas tambang ilegal.

Regulasi Penggunaan Senjata Api

Kasus ini menggarisbawahi pentingnya penerapan ketat Perkapolri Nomor 8 Tahun 2009, yang mengatur penggunaan senjata api berdasarkan prinsip dan standar hak asasi manusia dalam tugas kepolisian.

“Prosedur sudah jelas, namun pengawasan dan implementasi di lapangan harus diperketat. Tragedi seperti ini tak boleh terulang,” kata Nasir.

Momentum Pembenahan Polri

M. Nasir Djamil berharap tragedi ini menjadi pelajaran besar bagi Polri untuk memperbaiki tata kelola dan pengawasan senjata api. Ia juga meminta aparat kepolisian meningkatkan pelatihan pengendalian diri dan penyelesaian konflik tanpa kekerasan.

“Kasus ini harus menjadi awal dari pembenahan menyeluruh. Tidak hanya pelaku yang dihukum, tetapi juga sistemnya diperbaiki,” ujarnya.

Tragedi di Solok Selatan mengingatkan betapa pentingnya profesionalisme dan integritas dalam menjalankan tugas kepolisian, demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi hukum.

Editor: Stg
Copyright © suararepubliknews 2024

Share :

Baca Juga

Maluku

Polda Maluku Kerahkan Pesawat Beechcraft 1900D, Operasi Udara Sisir Perairan Laut Banda Cari Korban KM Maluku Prima Makmur 03

Buru

Sat Lantas Polres Buru Raih Juara 1 Lomba Bola Voli Antar Satker dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-79

Maluku

Kapolda Maluku Gelar Silaturahmi ke Kodaeral Ambon.

Daerah

Kadiv Humas Ajak Kapolda dan Kapolres Perkuat Komunikasi Publik demi Polri yang Lebih Transparan
Pelantikan Pengurus PCI & Baiat Santri PSNU Pagar Nusa Hongkong
ADD di Desa Sangiang Sepatan Timur Menguap, Tidak Disangka Kades Langsung Ajak Siloturohmi
Mini Lokakarya TW III Puskesmas Hutapaung “YOK BIS STUNTING”
Panglima TNI Rotasi dan Mutasi 101 Perwira Tinggi TNI

Contact Us