Lebak, Suararepubliknews – Kampung Pasir Ceuri RT/RW 003/004, Desa Mekarsari, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Banten, terisolasi akibat jalan tanah yang berubah menjadi kubangan lumpur tebal setiap kali hujan turun, membuat kendaraan terjebak dan warga kesulitan beraktivitas, memicu kekecewaan dan tuntutan perbaikan segera, Selasa (20/1/2026).
Warga Desa Mekarsari, Umar, mengungkapkan kekecewaannya atas kondisi jalan yang sudah bertahun-tahun tidak diperbaiki.

“Ini bukan baru sekarang. Sudah bertahun-tahun kondisinya begini, kalau hujan pasti seperti ini,” ujarnya.
Umar menuturkan, jalan tersebut pernah dikunjungi anggota dewan saat masa kampanye dan dijanjikan perbaikan. Namun, janji tersebut tidak pernah terealisasi.
“Ini jalan bukan rusak lagi, tapi sudah seperti sawah. Kalau hujan, mobil harus didorong rame-rame, motor sering jatuh,” katanya.
Umar juga menyayangkan sikap Kepala Desa Mekarsari yang mendapatkan bantuan mobil pick-up dari pemerintah.
“Kalau memang serius diperjuangkan, tidak mungkin selama ini tidak ada realisasi,” tegasnya.
Kritik juga diarahkan kepada DPRD Kabupaten Lebak, khususnya komisi yang membidangi pembangunan infrastruktur jalan.
Ujar menilai DPRD belum menjalankan fungsi pengawasan dan penyerapan aspirasi secara maksimal, terutama bagi masyarakat pedesaan.
“Saat kampanye rajin datang, tapi setelah duduk di kursi jabatan, rakyat kecil dilupakan,” katanya.
Umar meminta Bupati Lebak dan Dinas PUPR untuk turun langsung ke lapangan melihat kondisi jalan Kampung Pasir Ceuri.
“Kalau pejabat lewat sini pas hujan, baru tahu seperti apa penderitaan warga,” pungkasnya.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki jalan tersebut, karena akses jalan yang layak bukan sekadar fasilitas umum, melainkan kebutuhan dasar untuk menunjang kehidupan sehari-hari, seperti mengantar anak sekolah, berobat, dan mengangkut hasil pertanian.
Mereka menuntut keadilan dan perhatian dari pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini secepatnya.(Iwan H)










