Home / Tangerang Raya

Minggu, 21 Desember 2025 - 07:04 WIB

Bangunan di Kota Tangerang Diduga Tak Miliki PBG dan Langgar GSB, Terancam Sanksi Hukum

Kota Tangerang — Suara republik news. Com Jumat, 19 Desember 2025 sekitar pukul 14.00 WIB, sebuah pembangunan ruko dan kontrakan di Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, menjadi sorotan publik. Bangunan tersebut diduga kuat tidak mengantongi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) serta melanggar Garis Sempadan Bangunan (GSB) sebagaimana diatur dalam rencana tata ruang wilayah.

Berdasarkan hasil pantauan tim investigasi di lapangan, bangunan berdiri sangat dekat dengan bahu jalan dan saluran air. Selain itu, tidak ditemukan papan informasi proyek, serta bangunan tersebut tidak terdeteksi dalam sistem perizinan daerah, sehingga memunculkan dugaan kuat adanya pelanggaran administratif dan tata ruang.

Saat awak media mendatangi lokasi pembangunan, seorang pekerja yang mengaku sebagai kepala tukang bernama Adi mengaku tidak mengetahui perihal perizinan bangunan tersebut.

Saya tidak tahu soal izin, saya hanya pekerja. Dari Satpol PP, kecamatan, dan kelurahan sudah pernah datang ke sini. Yang menghadap mereka itu Pak Herman, dia orang kepercayaan pemilik bangunan. Pemiliknya atas nama Ibu Rika. Silakan hubungi Pak Herman, ini nomor kontaknya,” ujar Adi kepada awak media.

Tak berselang lama, tim investigasi menghubungi Herman, yang disebut sebagai pihak kepercayaan pemilik bangunan. Dalam keterangannya, Herman mengaku baru mendatangi Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) untuk mengurus perizinan.

Pernyataan tersebut justru memicu pertanyaan serius, mengingat bangunan telah hampir rampung sebelum izin resmi diterbitkan. Selain itu, bangunan yang semula merupakan rumah tinggal diduga telah dialihfungsikan menjadi kios, ruko, dan kontrakan dengan beberapa pintu, tanpa melalui prosedur perizinan yang sah.

Praktik tersebut diduga melanggar ketentuan perundang-undangan, di antaranya:

Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung
Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021 tentang pelaksanaan UU Cipta Kerja sektor bangunan
Pasal 45 dan 46 PP 16/2021, yang menyebutkan bangunan tanpa izin dan melanggar tata ruang dapat dikenai sanksi administratif, penghentian kegiatan, hingga pembongkaran
Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, serta ketentuan pidana dalam KUHP apabila pelanggaran menimbulkan kerugian atau membahayakan keselamatan publik

Baca Juga  Pengembang Cluster Taman Sepatan Grande Arogan , Diduga Semprotkan Gas Air Mata ke Warga,

Atas temuan tersebut, awak media mendesak Dinas PUPR, Dinas Perkim, dan Satpol PP Kota Tangerang untuk segera turun ke lokasi, melakukan pemeriksaan menyeluruh, serta menindak tegas bangunan yang diduga melanggar aturan.

Penegakan hukum yang tegas dinilai penting guna menjaga ketertiban tata ruang, melindungi keselamatan masyarakat, serta memastikan seluruh pembangunan di Kota Tangerang berjalan sesuai Peraturan Daerah dan peraturan perundang-undangan yang berlaku

Team

Share :

Baca Juga

Tangerang Raya

Polresta Tangerang Raih Juara Kedua Lomba Pelayanan Polisi 110 Tingkat Polda Banten

Tangerang Raya

Soal Paklaring Eks Karyawan, Manajemen PT Panca Prima Eka Brothers Klarifikasi: Tidak Ada Niat Menghalangi

Tangerang Raya

Diduga Obat Keras Tramadol Dijual Bebas di Jakarta Barat, Warga Resah dan Minta Penindakan Tegas

Tangerang Raya

Rehabilitasi Gedung SMPN 2 Mauk Terkesan Asal Jadi, Aktivis Nilai Buang-Buang Anggaran

Tangerang Raya

Dugaan Pungli di Desa Tanjung Anom,(KPM) Dipungut 20 Ribu Saat Ambil Bansos.wow…

Tangerang Raya

 Polemik Penunjukan Ketua MUI Neglasari, Dugaan Pelanggaran AD/ART Mencuat

Tangerang Raya

Lurah Cikokol Monitoring Kebersihan Sampah di Bumi Mas Raya RW 08

Tangerang Raya

Polresta Tangerang Kerahkan Polwan Amankan CFD di Kawasan Pemkab

Contact Us