BURU, SuaraRepublikNews.com- Kapolres Buru AKBP Andi Zulkifli, S.I.K., M.M., bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Buru melakukan pemantauan langsung terhadap aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Gunung Nona, Desa Wapsalit, Kecamatan Lolong Guba, Kabupaten Buru, Senin (26/10/2026).
Kegiatan yang melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, Kejaksaan, dan Satpol PP tersebut merupakan bentuk keseriusan Forkopimda dalam menyikapi persoalan PETI sekaligus mendorong langkah penertiban guna mencegah dampak buruk terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat.

Rombongan yang dipimpin Bupati Buru Ikram Umasugi, S.E., bersama Kapolres Buru dan unsur terkait tiba di kawasan PETI Gunung Nona untuk melihat langsung kondisi lapangan serta mengidentifikasi dampak yang ditimbulkan.
“Temuan di Lapangan”
Berdasarkan hasil pemantauan, rombongan masih menemukan sejumlah kelompok penambang yang melakukan aktivitas penambangan secara manual di sepanjang aliran Sungai Wamkedan. Mereka menggunakan peralatan sederhana seperti linggis, sekop, dulang, dan karpet penyaring emas.
Meskipun tidak ditemukan excavator yang sedang beroperasi, sejumlah bekas aktivitas alat berat masih terlihat di lokasi berupa gundukan tanah, lubang galian yang cukup dalam, alat penyaring, serta jalur lintasan alat berat.
Temuan lain adalah excavator yang terpantau melalui drone milik Pemkab Buru. Alat berat tersebut terlihat berada di antara semak-semak dan kawasan hutan lebat dalam keadaan tidak beroperasi. Pemilik alat berat masih belum diketahui dan memerlukan penelusuran lebih lanjut.
Selain itu, rombongan juga menemukan satu unit tromol atau gelundung pengolahan emas yang tidak beroperasi di bagian hulu Sungai Wamkedan.
Bupati Buru Ikram Umasugi menegaskan bahwa penertiban tidak boleh hanya berfokus pada lokasi yang terlihat dari jalur utama, tetapi juga harus mencakup titik-titik lain di sekitar perbukitan dan lokasi perendaman.
Ia juga mengingatkan bahwa aktivitas PETI berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan, longsor, dan banjir, terutama ketika curah hujan meningkat. Penggunaan bahan kimia berbahaya seperti merkuri juga menjadi perhatian serius karena dapat mengancam lingkungan dan kesehatan masyarakat.
“Polres Buru Tekankan Sinergi Lintas Sektor”
Dalam konteks tersebut, keterlibatan Polres Buru bersama unsur Forkopimda menjadi bagian penting dalam mendukung upaya penertiban dan menjaga kamtibmas.
Kapolres Buru AKBP Andi Zulkifli menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menangani persoalan PETI secara berkelanjutan. Upaya penanganan tidak hanya berorientasi pada penertiban di lapangan, tetapi juga perlu didukung pemantauan, pendalaman informasi, dan langkah lanjutan agar aktivitas ilegal tidak kembali berlangsung.
Pemantauan langsung ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat pengawasan terhadap kawasan Gunung Nona sekaligus mencegah potensi gangguan kamtibmas, kerusakan lingkungan, dan ancaman keselamatan bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar aliran sungai.
Polres Buru bersama unsur Forkopimda berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dan mengambil langkah sesuai tugas serta kewenangan masing-masing demi menjaga keamanan, kelestarian lingkungan, dan keselamatan masyarakat. ( Dhet ).










