Home / Tak Berkategori

Selasa, 25 Juni 2024 - 14:38 WIB

Israel “Tidak Transparan” tentang Senjata Nuklirnya, ICAN Mengungkap Kekhawatiran

Yerusalem, suararepubliknews.com – Koordinator Program Pemantauan Perjanjian Pelarangan Senjata Nuklir dan konferensi Internasional untuk Menghapuskan Senjata Nuklir (ICAN), Susi Snyder, menyatakan keprihatinan tentang kurangnya transparansi Israel terkait dengan perkiraan pengeluaran $1,1 miliar (sekitar Enam Belas Triliun lima ratus Miliar Rupiah) untuk persenjataan nuklir di tahun 2023. Evaluasi ini diungkapkan kepada koresponden AA mengenai laporan ICAN tahun 2023 tentang pengeluaran senjata nuklir dan persenjataan nuklir Israel.

Pengeluaran Senjata Nuklir Global

Menurut Snyder, sembilan negara di dunia memiliki senjata nuklir, dengan total 12.121 hulu ledak nuklir. Pada tahun 2023, negara-negara ini menghabiskan $91,4 miliar untuk senjata nuklir, setara dengan hampir $3.000 per menit. Jumlah yang sangat besar ini mencerminkan alokasi sumber daya yang signifikan untuk persenjataan nuklir, yang menimbulkan kekhawatiran global.

Dukungan untuk Dunia Bebas Nuklir

Snyder menyoroti bahwa dukungan untuk dunia bebas nuklir jauh lebih tinggi daripada jumlah negara yang memiliki senjata nuklir. Perjanjian Pelarangan Senjata Nuklir, yang melarang kepemilikan, penggunaan, dan ancaman penggunaan senjata nuklir, telah ditandatangani dan diratifikasi oleh hampir 100 negara. Ini menunjukkan bahwa hampir separuh dari dunia mengakui bahaya senjata nuklir dan mendukung penghapusannya.

Dampak Senjata Nuklir yang Melampaui Batas Negara

Snyder menggarisbawahi bahwa senjata nuklir memiliki dampak global. “Jika senjata ini digunakan kapan saja dan dalam kondisi apa saja, akan memiliki dampak di luar jangkauan, dan  Anda tidak dapat menahannya. Senjata nuklir sangat berdampak bahkan sampai ke Negara yang jauh dari tempat senjata itu digunakan,” ujarnya. Kekhawatiran Synder menekankan pentingnya pencegahan penggunaan senjata nuklir.

Senjata Nuklir Israel: Rahasia Terbuka

Snyder menyatakan bahwa kepemilikan senjata nuklir oleh Israel adalah rahasia umum. Dilansir dari media Anews, Stockholm International Peace Research Institute memperkirakan Israel memiliki sekitar 90 hulu ledak nuklir, jumlah yang cukup untuk menyebabkan bencana besar. “Semua orang tahu bahwa Israel memiliki senjata nuklir, tetapi Israel tidak mengakuinya,” kata Snyder.

Kurangnya Transparansi Israel

Israel diketahui menghabiskan sejumlah besar uang untuk memelihara senjata nuklirnya, tetapi tidak menyebutkan pengeluaran ini dalam anggaran nasionalnya. “Kami memperkirakan bahwa Israel menghabiskan sekitar $1,1 miliar untuk senjata nuklir pada tahun 2023,” kata Snyder. Perkiraan ini didasarkan pada rata-rata pengeluaran nuklir negara lain dan alokasi umum Israel untuk program militer.

Seruan untuk Transparansi

Snyder menekankan pentingnya transparansi dalam pengeluaran nuklir. “Israel tidak transparan mengenai hal ini. Kami akan sangat senang jika mereka mengonfirmasi apakah penilaian kami terhadap pengeluaran nuklir mereka akurat. Ini akan sangat bermanfaat bagi kami dan seluruh dunia,” ujar Snyder. Transparansi ini diperlukan untuk mengatasi kekhawatiran global tentang proliferasi nuklir dan meningkatkan keamanan internasional. (Stg)

Share :

Baca Juga

Kapolda Jabar Memimpin Konsolidasi Kontingen PON XII: “Menjemput Jabar Hattrick 2024”

Maluku

Wakapolda Maluku Apresiasi Kegiatan Menembak, Perkuat Sinergi Aparat Penegakan Hukum
Berikan Yanmas Polsek Lemahwungkuk Polres Ciko Gelar Gatur Pagi
DPRD Gelar Paripurna Agenda Pengumuman Akhir Masa Jabatan dan Penetapan Bupati/ Wakil Bupati Humbang Hasundutan Terpilih Masa Jabatan 2025-2030

TNI/Polri

Audiensi Bareng MUI, Kapolri Tekankan Perkuat Sinergitas Jaga NKRI-Wujudkan Indonesia Emas
Usai Hadiri Pernikahan Ponakan di Pardagangan Siantar, Sempatkan Diri Kunjungan Ke Danau Toba ( Rumah Mertua )
Pengurangan Hukuman Skorsing Paul Pogba: Doping Tak Sengaja, CAS Kurangi Larangan Menjadi 18 Bulan
Bukan Tim Transisi melainkan Tim Khusus Bupati Terpilih, sebut Pj Bupati Tulungagung

Contact Us