(foto: M. Sholeh, Ketua Asosiasi Kepala Desa Kabupaten Tulungagung
SuaraRepublikNews, Tulungagung – Ada yang unik saat audensi Kepala Desa (Kades) se-Tulungagung bersama Forkopimda Tulungagung yang digelar di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, terkait kenyamanan Kades dalam pengelolaan anggaran dan keuangan desa, Senin (24/10/2022).
M. Sholeh, Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) mewakili ratusan Kades menyebutkan “jika ada Kades yang terindikasi bermasalah, jangan langsung ditindaklanjuti kepolisian atau kejaksaan, tetapi sebelumnya diselesaikan di APIP dulu” ujar M. Sholeh atau biasa akrab disapa Mbah Sholeh.
Menurut Mbah Sholeh, Jika masalah di tingkat APIP (Aparat Pengawas Internal Pemerintah) sudah selesai, mohon dari oknum kepolisian dan kejaksaan yang datang ke desa dengan menakut-nakuti Kades bisa ditertibkan.
“Ojo tunal tunul nek deso dadi genderuwo, medeni konco-konco lurah kabeh” kata Ketua AKD disambut dengan tepuk tangan kades yang hadir.
Menanggapi pernyataan tersebut, Kapolres Tulungagung AKBP Eko Hartanto, akan menindak tegas anggotanya, bahkan orang nomor satu di Mapolres Tulungagung itu memberikan nomor telepon selulernya supaya komunikasi bisa langsung direct jika ada oknum anggota kepolisian yang datang ke desa untuk mencari kesalahan.
“Kami akan mendorong, membantu, mengawal, mendampingi, dan mengawasi pelaksanaan seluruh kegiatan pemerintahan Daerah hingga ke tingkat Desa” jelas Kapolres.
“Tenang saja, kalau sampean tidak salah bisa tidur nyenyak kok” tutup AKBP Eko. (john/tla)










