Kiev, suararepubliknews.com – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengungkapkan pada Sabtu (22/06) bahwa Rusia telah melakukan eskalasi yang mengkhawatirkan dalam konflik yang sedang berlangsung antara kedua negara. Menurut Zelenskiy, pada bulan Juni saja, Rusia telah mengerahkan lebih dari 2.400 bom berpemandu ke wilayah Ukraina.
Dalam pidato video yang disiarkan pada Sabtu malam, Presiden Zelenskiy mengungkapkan bahwa dari jumlah tersebut, sekitar 700 bom telah digunakan di Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina yang telah menjadi salah satu titik fokus serangan Rusia.
“Rusia telah menggunakan lebih dari 2.400 bom kendali di Ukraina pada bulan Juni ini. Sekitar 700 bom di antaranya dijatuhkan di Kharkiv,” kata Zelenskiy. Pernyataan ini menggambarkan betapa intensnya serangan yang dilancarkan oleh Rusia dan dampak destruktif yang dihasilkan terhadap infrastruktur dan penduduk sipil di daerah-daerah yang terkena dampak.
Selain menyampaikan statistik serangan, Zelenskiy juga mengulangi seruannya kepada sekutu-sekutu Barat Ukraina untuk segera mengirimkan paket bantuan militer yang telah dijanjikan. “Kami membutuhkan dukungan tersebut tanpa penundaan, agar kesepakatan yang telah kita capai dengan Presiden (AS) Biden bisa direalisasikan,” tegasnya. Hal ini menunjukkan betapa krusialnya bantuan internasional dalam memperkuat pertahanan Ukraina terhadap serangan berkelanjutan dari Rusia.
Tindakan Rusia ini menuai kecaman dari berbagai negara dan organisasi internasional, yang menilai penggunaan bom berpemandu dalam jumlah besar sebagai eskalasi yang signifikan dan pelanggaran terhadap hak asasi manusia.
Penggunaan bom berpemandu oleh Rusia telah menyebabkan kerusakan parah di Kharkiv dan wilayah lainnya, menghancurkan bangunan, infrastruktur, dan menimbulkan korban jiwa di kalangan warga sipil. Dilansir dari medai Anews, serangan ini telah memaksa ribuan warga sipil untuk mengungsi, meninggalkan rumah dan properti mereka demi keselamatan.
Komunitas internasional terus memantau situasi di Ukraina dengan cermat. Banyak negara dan organisasi internasional telah menyuarakan keprihatinan mereka dan menyerukan penghentian segera atas aksi militer Rusia. Mereka juga menekankan perlunya dialog diplomatik untuk menyelesaikan konflik ini dan memulihkan perdamaian di kawasan tersebut.
Pernyataan terbaru dari Presiden Zelenskiy menyoroti situasi yang semakin memburuk di Ukraina dan kebutuhan mendesak akan bantuan militer dari sekutu-sekutu Barat. Dengan eskalasi serangan Rusia yang terus meningkat, upaya internasional untuk mendukung Ukraina menjadi semakin penting dalam menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah tersebut. (Stg)










