Home / Tak Berkategori

Selasa, 19 Maret 2024 - 06:25 WIB

Perangkat Desa Se Lebak Keluhkan keterlambatan Pencairan Alokasi Dana Desa

Alokasi Dana Desa belum dicairkan di kabupaten Lebak Provinsi Banten dikeluhkan oleh para perangkat desa mereka terpaksa harus berhutang untuk menutupi biaya operasional desa dan menutupi biaya hidup

 

Lebak,Suara Republik News.Com,  – Alokasi Dana Desa  (ADD) belum dicairkan di kabupaten Lebak Provinsi Banten dikeluhkan oleh para perangkat desa mereka terpaksa harus berhutang untuk menutupi biaya operasional desa dan menutupi biaya hidup. Kepala Desa Cirendeu, Kecamatan Cilograng, Herdiana, mengatakan sudah  hampir tiga bulan, yaitu dari Januari-Maret 2024, belum ada kejelasan terkait pencairan Alokasi Dana Desa (ADD). Akibatnya, kepala desa harus berutang demi menutupi biaya operasional pemerintahan desa.

“Ini parah, kita harus berutang untuk menutupi biaya operasional desa. Termasuk untuk biaya hidup sehari-hari,” kata Herdiana kepada wartawan, Senin (18/3/ 2024).Diungkapkan Herdiana, dirinya sudah mempertanyakan masalah tersebut kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Lebak. Namun, mereka juga belum bisa memastikan kapan ADD bakal dicairkan. Padahal, kebutuhan biaya operasional di lapangan cukup besar. “Biaya operasional dan honor Prades (Perangkat Desa) ini penting. Karena terkait dengan pelayanan terhadap masyarakat. Kalau ADD-nya enggak cair-cair, maka akan berdampak terhadap pelayanan dan itu tidak kita inginkan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Lebak, Usep Pahlaludin, membenarkan jika sampai sekarang ADD belum cair. Menurutnya hampir tiap menit dirinya menerima pengaduan dan keluhan dari kepala desa dan Prades di 340 desa di Lebak.

“Kebanyakan mempertanyakan kapan ADD cair. Karena ada ribuan Prades yang honornya belum dibayarkan,” ungkapnya. Usep mengaku, sudah berkomunikasi dengan DPMD Lebak melalui bendahara umum Apdesi. Namun, DPMD belum bisa memastikan pencairan ADD. “Terkait honor Kades dan Prades, Direktorat Jenderal di Kemendagri menekan kepada Pemerintah Daerah untuk membayarkan honor kades dan Prades setiap bulan. Ini malah terlambat hingga tiga bulan,” paparnya.

Usep berharap, DPMD dan BKAD Lebak cepat memproses pencairan ADD. Sehingga, ada solusi dari persoalan yang dihadapi Pemerintah Desa. Kalau masalah ini tidak segera ditindaklanjuti, maka dikhawatirkan akan terjadi gejolak di bawah.

“Ini bukan masalah sepele. Harus cepat diproses agar pelayanan terhadap masyarakat berjalan maksimal dan Prades tidak terjerat utang,” pungkasnya. (IH)

 

Editor : Enjelina

Share :

Baca Juga

Jaksa Agung ST Burhanuddin Tegaskan Pentingnya Etos Kerja
Polsek Klangenan Pertemukan Anak Hilang dengan Orang Tuanya
Kapolda Maluku Galang Sinergi dan Tuntaskan Tantangan di Rapat Anev Mingguan yang Strategis
Sosialisasi dan Penyuluhan oleh Sat Binmas Polres Lebak di Ponpes Modern Darussa’adah
Menhan Prabowo Lebaran ke Para Sesepuh TNI, Try Sutrisno, Hendropriyono, Widodo AS, Agum Gumelar hingga Wiranto
TNI Manunggal Membangun Desa Ke-119 Tanam 150 Pohon Alpukat di Desa Selumbung
Kapolres Lebak Pimpin Upacara PTDH satu Personil Polres Lebak
Belgia Umumkan Skuat Timnas untuk EURO 2024

Contact Us