Kota Tangerang, Suararepubliknews.com- Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Tingkat Kecamatan Neglasari Tahun 2026 resmi ditutup dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini menjadi momentum penting, tidak hanya dalam pembinaan keagamaan, tetapi juga sebagai ajang evaluasi kinerja aparatur kecamatan.
Dalam sambutannya, Camat Neglasari, Iwan Mulyawan, menyampaikan sejumlah poin hasil evaluasi kewilayahan kepada seluruh jajaran pejabat struktural dan pegawai. Ia menegaskan pentingnya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat secara berkelanjutan.

“Kegiatan ini bukan hanya seremonial, tetapi juga menjadi bahan evaluasi bagi kita semua. Saya berharap seluruh jajaran Kecamatan Neglasari terus meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, ”ujar Iwan Mulyawan saat di temui di kantornya, Pada Hari Selasa 21/4/2026.
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Ketua LPTQ amengenai penetapan para pemenang dari lima cabang lomba, yakni Sahril Qur’an, Tilawah Qur’an, Hifdzil Qur’an, Murotal Qur’an, dan Kaligrafi.
Pengumuman para juara berlangsung penuh haru dan kebanggaan. Para peserta yang berhasil meraih prestasi dinilai telah menunjukkan kemampuan terbaik serta dedikasi tinggi dalam mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan plakat, piagam penghargaan, serta uang pembinaan kepada para juara 1, 2, dan 3 di masing-masing kategori. Penyerahan dilakukan langsung oleh Camat Neglasari, Sekretaris Camat, para Lurah, serta jajaran pejabat struktural Kecamatan Neglasari.
Iwan Mulyawan juga berharap kegiatan STQ ini mampu melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam kompetisi, tetapi juga memiliki akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui STQ ini, kami berharap dapat menumbuhkan kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap Al-Qur’an serta mencetak generasi yang berakhlak dan berprestasi, “tambahnya.
Dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan, STQ Tingkat Kecamatan Neglasari Tahun 2026 diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang religius dan berdaya saing.
(Bia)










